Program Literasi

Literasi Membaca Tulis: 

  • Membaca mandiri penerapan membaca pemahaman 10 menit sebelum proses belajar belajar mengajar secara mandiri. 
  • Membaca senyap, Penerapan membaca mandiri tanpa bersuara kemudian menceritakan kembali intisari dari bacaannya
  • Pembiasaan menulis Puisi, Cerpen, Surat, Pantun, Syair, dan Gurindam untuk mading dan mengisi web Madrasah
  • Mendongeng, Bercerita, Monolog, dan Story Telling
  •  Bimbingan rutin kerohanian
  • Bimbingan pidato 3 bahasa
  • Shalawat
  • Tahfidz Al Qur’an / Hadist
  • Khaligrafi
  • Azan 
  • Puisi Tasi Islami
  • Tilawah, dll
  • Pembinaan Menulis Karya Untuk dibukukan dan dicetak (puisi dan essay)
  • Persgu (Pers Guru) dan Perscil (Pers Cilik) meliputi berita, menulis berita untuk dimuat ke” MINAT TABLOID MIN 27 ACEH BESAR”
  • Program LIMIT (membaca Al Quran lima menit) sebelum proses belajar mengajar
  • Wisata literasi guru dan wisata literasi peserta didik 
  • Anjangsana Perpustakaan Untuk mengisi aktivitas rutin perpustakaan satu minggu satu kali bergantian. 
  • Terbentuknya kelas Tahfidz dengan kegiatan Live Streaming Tasmik di Instagram MIN 27 Aceh Besar.

B. Literasi Numerasi

  1. Pembiasaan menabung kolaborasi dengan beberapa bank
  2. Bimbingan Olimpiade Matematika dan Berhitung Cepat secara terjadwal
  3. Program penggunaan uang kupon sebagai alat tukar di Kantin Sehat Nadhifa MIN 27 Aceh Besar melalui Bank M27

C. Literasi Sains

  1. UKS yang aktif, edukatif, dan  nyaman bagi peserta didik
  2. ​Program makan sehat menu gizi seimbang (Isi Piringku) yang terjadwal seminggu sekali
  3. Bimbingan Olimpiade SAINS dan EXPOSAINS
  4. Kantin Sehat Nadhifa terpisah antara kantin laki-laki dan kantin perempuan dengan menu sehat yang sudah bersertifikat halal
  5. Tim G-Sell MIN 27 Aceh Besar (pemilihan dan pengolahan sampah organik dan un-organik) 
  6. Kegiatan Outbound bagi tim prajurit madrasah setahun sekali

D. Literasi Digital

  1. Mengikuti Olimpiade Online untuk berbagai bidang dan mata pelajaran berbasis digital
  2. Pengembangan kelas digital untuk kelas 6, 5, dan 4
  3. Penggunaan platform belajar digital melalui jelajah ilmu dan ALEF
  4. Pengembangan Website Madrasah secara aktif dan continue sebagai wadah peningkatan branding Madrasah.
  5. Pelayanan administrasi madrasah berbasis digital
  6. Publikasi program madrasah berbasis digital: YouTube, Instagram, Facebook, E-mail, dan Website Madrasah
  7. PPDB online sejak tahun 2022 sampai dengan sekarang

E. Literasi Finansial

  1. Mendirikan Bank M27 menjadi mitra Kantin Sehat Nadhifa
  2. Membentuk Kantin Sehat Nadhifa bersertifikat halal
  3. Membangun Koperasi Al Barakah untuk guru (simpan pinjam)
  4. Membangun Koperasi Tunas Baru (jual beli)
  5. Menerbitkan majalah madrasah “MINAT TABLOID” setahun sekali (edisi 1-5)
  6. Pertunjukan “PINSI” (Piasan Pinsi) dengan akses masuk menggunakan tiket dan berbarengan dengan bazar UMKM

F. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan

  • Pembentukan Tim Obade guru dan Tim obade peserta didik.
  • Mendeklarasikan MIN 27 Aceh Besar sebagai Madrasah Ramah Anak (SRA)
  • Pemintasan Minat Bakat peserta didik dalam ajang “Piasan Seni” (PINSI) yang dilaksanakan setahun sekali sejak tahun 2019-sekarang
  • Pembentukan Sanggar Seni “BEUJROH”
  • Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad saw. rutin setiap tahun
  • Kegiatan kunjungan sosial keluarga besar MIN 27 Aceh Besar yang terkoordinir dengan baik dan sesuai kebutuhan 
  • Terbentuk “Takmir Mushalla Al Fattah” MIN 27 Aceh Besar
  • Mengikutsertakan peserta didik pada pawai budaya (Karnaval) 17 Agustus dan 1 Muharram
  • membentuk “Sekolah Jujur Sekolah Saya” binaan SPAK pusat dengan penerapan 9 nilai anti korupsi

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait